Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Sultra, Prof. Aris Badara, mengatakan beberapa program pendidikan yang tengah berjalan dan yang akan difokuskan ke depan di antaranya revitalisasi pendidikan dan juga program Makanan Bergizi (MBG).
Hal ini juga, lanjut Aris, sesuai dengan arahan Gubernur untuk mensukseskan program pemerintah pusat terkait dengan pendidikan. "Untuk MBG, pertama kami lagi ada TOT terkait bagaimana pihak sekolah kepada program MBG misalnya memastikan makanan itu layak, tidak basi, dan bisa dikonsumsi oleh siswa-siswa kita secara aman,” terang Kadis Dikbud Sultra di ruangan kerjanya, Kamis (6/11/2025).
Aris bilang Provinsi Sulawesi Tenggara menempati urutan kedua secara nasional dalam hal jumlah sekolah yang menerima program revitalisasi dari pemerintah pusat, posisi pertama ditempati Provinsi Jawa Barat. Adapun total anggaran program revitalisasi pendidikan sebesar Rp200 miliar.
Kadis Dikbud Sultra menyampaikan adapun indikator untuk mendapatkan program revitalisasi ini karena hampir semua sekolah memiliki persyaratan teknis, lalu mampu membangun jaringan dengan baik dan kita sangat membutuhkan program ini.
Program revitasilisasi pendidikan saat ini kita lagi mempersiapkan bagaimana sekolah-sekolah SMA dan SMK, terutama pada swasta bisa mendapatkan anggaran untuk revitalisasi pendidikan dan tahun ini sudah berjalan.
"Kita mendapatkan kedua terbanyak seluruh Indonesia terkait revitalisasi itu rehap maupun pembangunan yang baru termasuk unit sekolah baru. Kita dapat dua unit sekolah baru untuk SMA, satu di Pasar Wajo Buton dan di Siompu Buton Selatan, semuanya di wilayah kepulauan. Sudah 70 persen pembangunannya,"ujarnya.
Bantuan untuk Sekolah Swasta
Atas arahan Gubernur Sultra, kata Aris, pihaknya juga telah menyiapkan anggaran untuk sekolah swasta yang selama ini menghadapi kendala dalam mendapatkan bantuan karena berkaitan dengan aset.
"Swasta selama ini memang kita sulit memberikan bantuan, karena untuk bisa mendapatkan bantuan revitasliasi itu dokumen harus clean and clear,” tambahnya.
Lebih jauh Kadis Dikbud Sultra menjelaskan bahwa ke depan fokusnya tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, seperti peningkatan kompetensi guru dan karakter siswa.
Selain itu, Dikbud juga menyambut baik digitalisasi sebagai adopsi teknologi, wujud dari digitalisasi pendidikan. “Terkait digitalisasi kami saat ini lagi melakukan pelatihan-pelatihan mengutus staf kita termasuk guru untuk melakukan pelatihan terkait bagaimana penggunaan smart TV, smart board yang ada di sekolah,” ungkap Prof. Aris.
𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗷𝘂 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗴𝗮𝗺 𝗚𝗿𝗮𝘁𝗶𝘀
Ia menjelaskan, program pemberian baju seragam gratis untuk SMA sederajat yang merupakan program unggulan gubernur Andi Sumangerukka, semuanya sudah tersalur.
"SMA 7000 pasang dan untuk SMK 5750 total yang sudah tersalur 1.2750 pasang, yang diperuntukkan di seluruh 17 kabupaten dan kota se Sultra," ujarnya.
Kadis Dikbud Sultra menambahkan adapun data penerima baju seragam gratis itu sesuai usulan dari tiap tiap sekolah. Kemudian usulan tersebut diverifikasi oleh Dikbud provinsi untuk memastikan persyaratan penerima.
"Semua usulan sekolah bersyarat sehingga menghasilkan jumlah penerima 12750," tutup Aris. (Adv)
› Gubernur Sultra
› Pemprov Sultra
› Pendidikan
› Sultra
Revitalisasi Hingga Bantuan Seragam Sekolah, Komitmen Gubernur Andi Sumangerukka Untuk Pendidikan
Revitalisasi Hingga Bantuan Seragam Sekolah, Komitmen Gubernur Andi Sumangerukka Untuk Pendidikan

Komentar
Redaksi Swarasultra.com



