• Jelajahi

    Copyright © Swarasultra.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan 1

    Iklan 2

    Korupsi

    Program Mantu Gubernur ASR Bantu Ibu-Ibu di Sultra Berwiraswasta

    Redaksi Swarasultra.com
    Selasa, 11 November 2025, 16.19.00 WITA Last Updated 2025-11-11T08:19:40Z

    Gubernur Sultra Andi Sumangerukka beserta istri Arinta Nila Hapsari, meninjau hasil kerajinan tangan produk UMKM. (Foto dok Pemprov Sultra)
    Swarasultra.com, Kendari - Sebanyak 150 orang ibu-ibu yang berada di dua kabupaten di Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat program Modal Usaha untuk Ibu-Ibu (MANTU) yang merupakan salah satu program unggulan Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) dan Wakil Gubernur Hugua. 

    Program tersebut dirancang dengan tujuann utama untuk membantu masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, agar menjadi lebih produktif dan mencapai kesejahteraan. Program itu merupakan bagian dari upaya Gubernur ASR untuk menekan angka kemiskinan di Sultra.

    Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, La Ode Muhammad Shalihin mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengatensi dua kabupaten untuk penyaluran bantuan tersebut, yaitu Kolaka dan Konawe.

    "Jumlahnya 150 ibu-ibu, 100 untuk ibu-ibu di Kolaka yang diatensi Gubernur saat HUT Sultra, dan 50 ibu-ibu di Konawe yang diatensi saat program magot," ungkap Shalihin di Kendari pada Selasa (11/11/2025).

    Di tahun 2025 ini, Pemprov Sultra mengalokasikan anggaran untuk 150 ibu-ibu penerima program tersebut sebesar Rp300 juta dari APBD 2025  dengan masing-masing ibu-ibu mendapatkan Rp2 juta.

    Shalihin memastikan penyaluran bantuan tersebut akan tuntas di akhir 2025. Saat ini prosesnya masih menunggu review Inspektorat untuk mengeluarkan SK penyaluran. Dalam penyaluran nantinya, Pemprov Sultra akan membukakan rekening untuk para penerima.

    Program MANTU dari Gubernur ASR itu dinilai sangat tepat. Pasalnya, dari 313.000 pengusaha mikro yang terdata di Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, 60 persennya didominasi oleh ibu-ibu dengan jenis usaha yang variatif seperti kuliner, sembako, kriya, olahan pangan, dan lainnya.

    Lebih lanjut Shalihin menyampaikan bahwa bantuan tersebut sejenis hibah atau tidak ada tuntutan untuk pengembalian. Namun, Pemprov Sultra akan tetap melakukan monitoring di 2026 untuk memastikan bantuan tersebut benar-benar digunakan untuk pengembangan usaha.

    Untuk daerah lainya, Shalihin masih menunggu keputusan dari ubernur ASR dan ketersediaan anggaran. Kendati demikian, Pemprov Sultra berkomitmen agar bantuan tersebut bisa merata di 17 kabupaten kota. (Adv)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini