• Jelajahi

    Copyright © Swarasultra.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan 1

    Iklan 2

    Korupsi

    Atasi Inflasi, Gubernur ASR Kirim Dua Petani ke Enrekang Belajar Budidaya Bawang dan Cabai

    Redaksi Swarasultra.com
    Minggu, 16 November 2025, 17.02.00 WITA Last Updated 2025-11-16T09:02:15Z

    Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (Foto dok Pemprov Sultra)
    Swarasultra.com, Kendari - Pemerintah Provinsi (Pemprov) di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, terus berupaya mengendalikan inflasi lewat berbagai program. Berdasarkan catatan BPS Sultra, penyebab inflasi sering diakibatkan oleh dua komuditas bumbu dapur yaitu cabai dan bawang merah. 

    Olehnya itu, Pemprov Sultra melalui Dinas Perkebunan dan Holtikultura mengirim dua orang petani ke Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk belajar teknik budi daya hortikultura khususnya cabai dan bawang. Program ini difasilitasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sultra sebagai mitra strategis Pemprov. 

    Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, mengatakan bahwa BI Sultra memberikan dukungan penuh mulai dari pembiayaan hingga penyediaan akses ke lokasi pelatihan di daerah sentra produksi hortikultura di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan. 

    Dua petani yang dikirim ke Kabupaten Enrekang itu, lanjut Rusdin, adalah ketua kelompok tani, yakni I Gede Sujana selaku ketua kelompok tani Tafuma dari Desa Olo-Oloho, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe. Lalu, Mulyono, Ketua Kelompok Tani Bina Sejahtera dari Desa Moolo Indah, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan. 

    Rusdin Jaya bilang pengiriman dua petani ke Kabupaten Enrekang ini merupakan arahan Gubernur Andi Sumangerukka (ASR). "Kami cuman diminta untuk menyiapkan petani oleh BI. Sesuai dengan arahan pak gubernur kami memberangkatkan dua petani untuk melakukan studi pengembangan komoditas penyumbang inflasi, yaitu cabai dan bawang,” kata Rusdin, awal minggu ini di ruang kerjanya. 

    Kedua petani itu akan mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) selama empat hari, mulai 10 hingga 13 November 2025. Mereka akan belajar langsung mengenai praktik budi daya yang baik, mulai dari penyiapan lahan, pemilihan bibit, hingga teknik panen yang efisien, dan berkelanjutan.

    Selanjutnya, kedua petani itu juga difasilitasi untuk bertemu dengan pelaku UMKM yang sukses dalam pengembangan hilirisasi produk hortikultura. Usai mengikuti Bimtek, dua petani tersebut diharapkan bisa memahami nilai tambah dari pengolahan hasil pertanian agar lebih kompetitif di pasar.

    “Setelah kembali ke daerah masing-masing, kedua petani ini akan menjadi penggerak bagi kelompok tani lain," ujarnya.

    Tak hanya itu, lanjut Rusdin, sesuai arahan gubernur Sultra ASR, pihaknya juga memberi kesempatan kepada seluruh masyarakat Sultra untuk belajar budidaya secara gratis di Balai Benih Holtikultura di Amoito Kabupaten Konawe Selatan. 

    "Sesuai dengan visi misi bapak gubernur, silakan masyarakat atau perguruan tinggi sekolah SMA dan SMK yang ingin belajar budidaya silahkan ke sana, kita akan mencoba edukasi kepada masyarakat bagaimana sih menjadi petani budidaya holtikultura yang baik, khususnya komoditas yang selama ini menyumbang inflasi," tutup Rusdin Jaya. (Adv)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini