Swarasultra.com, Kendari - Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) yang digelar di salah satu hotel di Kendari, Minggu (2/11/2025). 
Ketua Umum DPP Partai Golkar saat membuka Musda XI Golkar Sultra di salah satu hotel di Kendari. (Foto : Istimewa)
Musda Golkar tingkat Provinsi ini diharapkan bisa menjadi momentum penting konsolidasi partai, dan proses regenerasi kepemimpinan di tengah capaian positif Golkar Sultra pada Pemilu 2024 lalu.
Menurut Bahlil, Musda XI ini bukan hanya sekadar ajang pemilihan ketua, tetapi merupakan forum strategis untuk memperkuat konsolidasi dan menentukan arah perjuangan partai ke depan.
“Ada tiga keputusan besar di dalamnya evaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus, penyusunan program dan rekomendasi, serta pemilihan ketua baru,” kata Bahlil.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan Golkar Sultra sebelumnya yang dinilainya telah berhasil membawa partai ke arah yang positif.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua DPD Golkar Sultra yang telah mampu memenangkan tujuh daerah dalam pilkada serta menambah kursi, meski di DPR RI belum maksimal. Ini prestasi yang luar biasa,” katanya.
Ke depan, lanjut Bahlil, Partai Golkar harus memiliki target yang lebih ambisius, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun DPR RI. Ia menekankan bahwa pencapaian tersebut hanya bisa diraih melalui konsolidasi yang solid di semua lini.
“Kalau kita ingin menambah kursi, maka konsolidasi adalah kunci. Konsolidasi struktural dan fungsional, vertikal maupun horizontal, harus segera dirumuskan dan dijalankan sampai ke tingkat kabupaten dan desa,” tegasnya.
Bahlil juga mengingatkan agar revitalisasi pengurus dilakukan secara menyeluruh, terutama pada tingkat kecamatan dan desa yang selama ini dinilai kurang aktif. “Pengurus yang hanya tinggal nama harus segera diganti. Rekrutmen kader baru harus dilakukan. Tidak ada partai yang bisa hebat tanpa konsolidasi, dan Golkar punya tradisi kuat dalam hal itu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kekuatan Partai Golkar bukan hanya terletak pada popularitas semata, tetapi juga pada soliditas kader dan tradisi karya kekaryaan yang telah menjadi ciri khas partai sejak lama.
“Golkar ini kadang surveinya rendah, tapi hasil pilihannya tinggi. Itu karena kita punya kekuatan konsolidasi dan doktrin karya kekaryaan yang tidak dimiliki partai lain,” tutur Bahlil disambut tepuk tangan para peserta Musda.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Musda XI, Abu Hasan, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan acara. Meski dipersiapkan dalam waktu singkat setelah kerja panjang panitia, kehadiran petinggi partai pusat dianggap membayar lunas segala upaya.
“Musda kami persiapkan lima hari tapi kerja-kerja panitia sudah berlangsung selama 5 bulan, di-SK-kan DPD sejak Mei, dihadiri langsung oleh Ketum, Sekjen, dan Gubernur sehingga kelelahan panitia terbayar,” ujarnya.
Mantan bupati Buton Utara ini berharap Musda yang berlangsung satu hari ini tidak mengurangi kualitas keputusan. Ia juga menegaskan bahwa kesuksesan Musda adalah milik semua pihak yang mendukung, sementara kekurangan menjadi tanggung jawab panitia penyelenggara.
Di tempat yang sama, Ketua DPD Partai Golkar Sultra, Herry Asiku, menyampaikan laporan kinerja kepengurusannya yang diukur dari hasil Pemilu 2024. Meskipun terjadi penurunan satu kursi di DPRD Provinsi (dari 7 menjadi 6), Golkar Sultra mencatat kenaikan signifikan di tingkat kabupaten/kota.
“Perolehan suara Sultra DPRD Sultra kami penurunan satu dari 7 jadi 6, tapi di kab/kota kami mengalami kenaikan yang tadinya 57 menjadi 60. Secara keseluruhan kita alami kenaikan, yang tadinya 7 menjadi 11 untuk pimpinan DPRD,” jelas Herry Asiku.
Bahkan, dalam Pilkada, perolehan Golkar Sultra meningkat dari 4 kemenangan pada periode lalu menjadi 7 kemenangan di kabupaten/kota pada periode terakhir.
Di tengah capaian positif tersebut, Herry Asiku secara terbuka menyatakan sikapnya untuk tidak maju lagi sebagai Ketua DPD, membuka jalan bagi kader muda.
“Kami menyadari bahwa Partai Golkar adalah partai kader dan terbuka sehingga perlu ada regenerasi. Melalui kesempatan Musda yang terhormat ini, saya menyatakan tidak maju lagi. Saya harap pimpinan Golkar ke depan bisa diisi dengan yang lebih junior sehingga bisa lebih baik dan maju,” tutup Herry Asiku.
Sementara itu, Bahlil memberikan apresiasi khusus kepada Herry Asiku. Ia menekankan bahwa Partai Golkar ke depan harus memiliki target yang lebih tinggi di tingkat provinsi maupun kabupaten.
“Terima kasih kepada Pak Herry yang mampu. Ke depan, partai harus punya target, harus menambah baik provinsi, kab, dan DPD. Untuk mencapai [target] butuh konsolidasi. Tolong Musda-Musda ini juga dirumuskan dalam kondisi, langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk konsolidasi ke tingkat bawah, pengurus yang tinggal nama saja perlu revitalisasi,” tutup Bahlil. (Red)
› Parpol
› Politik
› Sultra
Buka Musda XI Golkar Sultra, Bahlil Ingatkan Kader Solid dan Rangkul Semua Pihak
Buka Musda XI Golkar Sultra, Bahlil Ingatkan Kader Solid dan Rangkul Semua Pihak

Komentar
Redaksi Swarasultra.com


